Learn To Fly
Sabtu, 08 Juni 2013
Amatiran Event Organizer dan Musisi berbicara tentang Etika
Hallo para pembunuh waktu yang sempat mampir di blog saya, kali ini saya akan membahas dikit tentang Event Organizer dan partikel yang sering menjadi segmen di bagian entertaint yaitu "Band". Jadi mohon pengertiannya jika ada kekurangan karena saya hanyalah manusia yang tidak sempurna yang memiliki pengalaman di dalam 2 bidang tersebut, maka saya doakan saya supaya akan mengambil sikap tidak memihak Event Organizer ataupun Band
Ketika bulan Mei tepatnya tanggal 25 di tahun 2013 perhatian di Indonesia khususnya di Yogyakarta sempat tersita oleh sebuah event yang diadakan di kota Yogyakarta di sebuah stadion di Kabupaten. Sleman tepatnya, ditanggal itu pula saya membantu sebuah event, membantu dalam artian mengconcept sebuah event tentang book festival yang berada di daerah Sagan, Yogyakarta yang dihadiri penulis nasional antara lain Dewi Lestari, Sudjiwotedjo dll.
Kita kembali di event yang pertama, tapi pertama-tama akan saya akan mencoba mengartikan apa itu Event Organizer. Singkat saja karena ini bukanlah skripsi atau laporan KKL/KKN dll, Event Organizer adalah sebuah organisasi atau perkumpulan yang mengelola dimulai dari perencanaan, kontrol, eksekusi, dan laporan akhir atau pertanggung jawaban sebuah acara baik itu konvensional maupun unkonvensional yang dilaksanakan karena adanya persetujuan pihak kedua atau disebut sponsorship, principal dll. Nah itu secara teori yang saya susun sendiri, dari situ kita dapat tahu tugas Event Organizer itu tidaklah mudah sekali lagi "TIDAK MUDAH!!!"
Sekarang saya akan mengartikan "Band" atau "Grup Musik" dlm arti ini adalah genre apapun, Band adalah duo atau lebih yang menyampaikan syair yang dibuat band itu sendiri atau pihak lain ( bernyanyi ) dengan ditunjang berbagai macam alat musik. Singkat saja krn itu menurut saya, dan rata-rata pemain ini pun dimulai dari hobby dan ini adalah seni karena tidak ada batasan maupun tuntutan yang diperjuangkan karena hanya butuh sebuah apresiasi baik itu secara materi atau "NON-Materi!!"
Ok, selanjutnya kembali pada event tgl 25 Mei 2013 itu sudah bukan rahasia lagi bahwa promotornya atau yang sering disebut ketua panitia yang terkena cyberbullying dan dituduh melarikan uang telah itu bunuh diri dan event itu adalah "Locstockfest2". Bagi saya promotor itu orang yang sangat kreatif dan mempunyai ambisi yang sangat bijaksana apalagi dengan adanya event locstockfest yang ingin mengangkat para musisi lokal jogja diranah yang lebih luas yaitu nasional, saya sering bertemu beliau dan yang paling saya ingat ketika saya hadir disebuah perusahaan otomotif untuk silahturahmi tanpa diharapkan saya bertemu beliau dan saya secara langsung mendengar dan melihat beliau mempresentasikan sebuah event dengan semangat dan keyakinannya yang sangat saya kagumi.
Saya yang lulus SMA tanpa sengaja langsung terjun ke sebuah Event organizer yang berada di jl. Wachid Hasyim Yogyakarta dimulai dari peran Perekap dimana saya bertanggung jawan secara teknis atau non teknis segala peralatan yang diperlukan disebuah event, dari pagi saya harus memasang atau menyebarkan branding baik itu umbul-umbul,rontek,flayer,poster dll sebagai bentuk promosi dan ketika malam tiba saya harus bersiap serta melaksanakan event yang digadang-gadang salah satu perusahaan Telekomunikasi di Indonesia sebagai bentuk peraduan promosi dari Above the line dan Below the line sehingga diharapkan memberi dampak baik secara langsung atau tidak langsung kepada produknya. Pengalaman itulah yang membuat saya belajar bijaksana tentang hidup
Dan selanjutnya demi kuliah saya yang harus saya jalani saya harus keluar dari EO tersebut, karena semakin bertambahnya hari Running event dari EO tersebut semakin padat dan saya tidak ingin kuliah saya terbengkalai tapi toh pada akhirnya saya harus pindah juga karena absensi saya yang sangat kurang sehingga karena itu saya takut DO dengan berat hati saya memutuskan pindah
Tapi itu adalah jembatan dimana masalah yang sekarang timbul, dulu ketika saya di EO tersebut saya sangat heran setiap hari saya menerima proposal band yang tak terhitung jumlahnya dan berharap dimainkan ketika EO kami menggelar sebuah acara. Hingga ada sebuah band ketika itu mengikuti EO kami tour ke 5 kota dan bersedia dibayar uang makan, mungkin karena mereka menyadari betapa pentingnya promosi itu dilakukan dan promosi itu tidaklah murah, tanpa diduga mereka promosi dengan cara mengikuti event tour ke 5 kota tersebut dan malah mendapatkan uang makan, Dan saya juga tahu begitu banyak acara yang ada di TV yang bertema musik di pagi hari atau menjelang sore itu juga memanfaatkan hubungan timbang balik antara TV dan Pengisi acara yaitu TV mendapatkan pengisi acara dan Pengisi acara mendapatkan Promosi tapi jangan senang dulu masalahnya adalah disini tetap TV ditetapkan sebagai pihak yang berkuasa karena mahalnya sebuah promosi, sehingga tak jarang kita mendengar bahwa banyak pengisi acara atau band mengantri supaya tampil di TV dan bersedia membayar jutaan, dan itu sudah menjadi rahasia umum.
Menurut saya event tgl 25 mei 2013 yang ada di Lap. Maguwoharjo itu tidak ada salahnya karena mempunyai tujuan yang hebat untuk jogja, seharusnya band yang baik itu punya manajemen yang baik pula, sebelum band itu memutuskan untuk tampil disebuah acara tidak ada salahnya manajer dan anggota bandnya menganalisis resiko yang akan terjadi baik itu positif atau negatif atau disebut manajemen resiko, jika event itu ketika pelaksanaanya sudah sedemikian rupa band seharusnya mengerti dan bijaksana dalam mengambil sikap karena sudah matang dalam menganalisis sebuah event yang akan menggunakan jasanya. Dalam hal ini menurut saya mulailah bijaksana dalam menjalani sesuatu jgn menilai dari segi materi saja, karena didalam dunia seni sekarang apresiasi adalah Materi itulah yang menurut saya salah, apresiasi itu tidaklah harus sebuah bentuk "MATERI"
Sekedar mengingatkan saja tugas sebuah Event Organizer itu berat bahkan jauh lebih berat daripada sebuah band yang hanya latihan 2-3 kali distudio maka sudah siap pentas. Tapi sebuah Event Organizer selalu mempunyai pertanggung jawaban dan dibawah tekanan langsung antara principal dan bagian dari event itu sendiri. Dan jangan lupa sebuah Event Organizer ada karena ingin Band atau Grup Musik selalu menjadi bagian dari sebuah concept yang ditawarkan, jadi secara pribadi saya memohon bagi grup musik atau band yang mau sebesar apapun hormati Event Organizer juga karena kalian hingga ketitik seperti ini beralaskan Event Organizer. Dan dibalik itu semua kembalilah kita berbicara tentang "Etika"
Band sejati itu adalah sekumpulan orang yang hanya menuntut mendapatkan riuhnya tepuk tangan sang penonton dikala berdiri diantara sorot panggung dan panggung.
Langganan:
Postingan (Atom)